Welcome To Face Of Jogja

face of jogjaSebuah Kota pasti mempunyai suatu tempat yang menjadi cirri khas dari kota tersebut. Missal Padang mempunyai cirri dengan Rumah gadangnya, Palembang dengan jembatan Amperanya, Semarang dengan Lawang sewunya, Jakarta dengan Monasnya, Yogyakarta dengan Tugu dan benteng vree de burg nya, dan lainya.
Untuk memunculkan sebuah idea tau konsep yang bisa mengangkat citra pariwisata dan bisa menumbuhkan dan mempertajam brand building suatu product sponsor memang dibutuhkan dengan survai, pengalaman dan spekulasi yang tinggi.
Dengan mencermati kalimat diatas, kita bisa membuktikan lewat media masa atau elektronik bahwa tempat-tempat yang dijadikan icon dari sebuah kota merupakan tempat yang banyak dikunjungi masyarakat baik luar atau dalam kota sendiri.
Kita bisa ambil contoh sebuah kota di luar negeri yaitu paris. Dimana dalam setiap weekend ada suatu tempat yang menjadi tujuan pokok dari masyarakat sekitar yaitu menara Eiffel. Mereka tidak hanya menikmati kemegahan dari menara tersebut melainkan dalam sepekan selalu ada sebuah event yang bisa membuat orang atau masyarakat kota merasa lebih menikmati suasana. Yaitu pesta kembang api dan beberapa hiburan musik. Dan sentuhan semacam itulah yang membuat Eiffel menjadi punya nama di seluruh dunia.



KONSEP DASAR

Menjabarkan pendahuluan diatas, kita dari Sieben Production menemukan suati ide yang mana bisa dijadikan pondasi suatu kota dan product dalam menciptakan sebuah brand image. Idea tau konsep ini apabila  rutin dan pengemasanya bisa dilakukan secara rapi, teratur, matang dan profesional maka keberhasilan akan bisa mencapai lebih dari 80%.

Dalam konsep ini kita mengacu pada sebuah tempat yang mana merupakan tempat berkumpulnya anak muda. Mempunyai cirri khusus sebuah kota dan merupakan titik nol dari pusat kota tersebut, yaitu benteng Vree de burg.

Kita mempunyai sebuah konsep untuk mengadakan sebuah event regular di area benteng tersebut dengan Monumen sebagai back ground utamanya. Adapun gambaran besar dari konsep tersebut adalah :

1.    Music dengan mengundang komunitas seni (Band, Kesenian daerah, Seni keahlian dsb)
2.    Mengundang Komunitas distro, food bazaar
3.    Mengundang komunitas anak muda (motor, skate, freestyle, dsb)
4.    Pesta kembang api
5.    Game
6.    Nonton film bareng

Dan semua konsep itu kita rangkum menjadi satu dan kita buat sebuah schedule dan tema dalam setiap bulanya sehingga bisa tercipta sebuah event yang interactive dan tidak membosankan.

Stage konsep, panggung kita konsep dengan permainan lampu dan sedikit memberi sentuhan dan  penambahan pada panggung permanen yang ada pada benteng. Back ground yang kita gunakan adalah natural dan original dari benteng sebagai cirri khasnya hanya permainan lampu disini lebih dimaksimalkan.

Distro dan food Counter, akan dilakukan schedule untuk distro yang akan mengisi stand karena Yogyakarta banyak sekali distro yang sedang melejit. (hanya5 distro). Sedang food and drink corner kita tunjuk dari café yang sudah mempunyai masa dan performance, serta kualitasnya bagus.

Pengisi acara, kita akan membuat sebuah schedule untuk pengisi acara sesuai dengan tema. Dan konsep ini sekaligus digunakan sebagai ajang band indie jogja dan kesenian Jogja untuk berkumpul. Kita juga mengutamakan pada kebudayaan daerah untuk ditampilkan dalam setiap event regulernya. (missal tari-tarian, fashion batik dsb). Semua pengisi acara nantinya akan dibuka bebas untuk orang atau group yang mau menjadi pengisi acara pada konsep ini dan diseduaikan dengan temanya pula.

Penonton undangan, kita akan melakukan undangan pada penonton-penonton, khususnya para komunitas sebagai langkah awalnya. Karena hal ini yang akan membiasakan konsep dari evcent ini akan bisa lebih hidup dan banyak interaksi dari penonton. Setelah konsep ini terbentuk, kita tinggal memaintenance bagaimana cara untuk bisa lebih mematangkan acara.

Suasana, akan kita buat menjadi tempat yang suasananya seperti mini bazaar dab café dengan meja-kursi yang akan disebarkan disetiap area yang sudah disesuaikan dengan desain sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk tamu-tamu undangan atau wisatawan yang akan bersanntai sambil menikmati makanan dan minuman cafe. Sedang untuk prnonton bebas keluar masuk dari manapun karena suasana event dibuat sedemikian bebasnya dan penonton dengan penigisi acar bisa saling interaksi (contoh melalui games MC, sumbangan lagu dsb).

Nonton fil bareng, kita juga mengutamakan film komunitas. Seperti komunitas film jerman, jepang dan sebagainya. Dan tidak memungkinkan kita akan menampilkan film box office sesuai dengan temanya.

Dan di akhir acara akan kita biasakan dengan pesta kembang api. Meski hal ini biasa di tahun baru, tetapi kalau dijadikan reguleran, maka daerah ini akan benar-benar  hidup dan menjadi tempat tujuan

Konsep diatas apabila sudah menjadi icon, akan dilakukan dimanapun juga, pasti masa akan tetap mengikuti. Konsep dibuat sederhana dengan isu dan suatu bentuk kreativitas yang tinggi akan menunjang keberhasilan dari event ini.


 
coba juga
  • Pembahasan Jogja Wall Nation di Pemkot Jogjakarta
    Pada tanggal 21 Oktober 2009 yang lalu, beberapa pihak yang terlibat dalam persiapan acara Jogja Wall Nation menggelar sebuah pertemuan untuk membahas persiapan acara ini....
  • Selamat datang para pengisi acara
    Meskipun kami belum membuka secara terbuka tentang pendaftaran peserta parade band, namun kami telah menerima tanggapan yang cukup banyak. Terima kasih telah mengirimkan informasi pendaftarannya!...
  • Pendaftaran pengisi acara
    Walaupun acara utama dari kompetisi mural Jogja Wall Nation ini adalah kompetisi lukis mural, namun ini tidak berarti bahwa bentuk pertunjukkan lainnya tidak mendapatkan ruang...
  • Selamat datang
    Selamat datang di situs Jogja Wall Nation. Dalam situs ini, Anda bisa mendapatkan informasi seputar pelaksanaan Kompetisi Mural yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November...
Chat Box

Berita Jogja Wall Nation
Chat Box